Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Saya diminta teman saya Suryo – yang pasti kalian kenal sebagai vokalis & pemain gitar band rock keren bernama Uncanny – untuk menulis di kolom 10Tunes kali ini yang bernuansa punk rock & pop punk. Saya heran sebenarnya kenapa dia meminta saya untuk menulis. Entah karena kita memang sudah kenal lama sejak masa kuliah & mungkin dia paham betul akan antusiasme saya terhadap music tersebut.

Awalnya Suryo meminta saya untuk memilih lagu-lagu yang memiliki kaitan personal dengan diri saya di tulisan ini, tapi hal tersebut akan terlalu panjang untuk ditulis karena saya orangnya senang bercerita alias suka ojol-ojol curcol jadi saya putuskan untuk membuat daftar lagu pop punk/punk rock yang saya sering dengarkan akhir-akhir ini saja & siapa tahu bisa menjadi rekomendasi buat playlist kamu sehari-hari.

Jadi, terimakasih Suryo sudah meminta saya untuk menulis & inilah 10 lagu punk rock/pop punk yang sedang saya sering dengarkan akhir-akhir ini. Semoga barokah& semoga Tuhan selalu memberkati Ramones!

Kenali Saturday Night Karaoke lebih lanjut di sini: 

1. The Manges – Cartoon Democracy

The Manges adalah band pop punk legendaris dari Italia & bisa disebut household name untuk scene pop punk disana. Lagu ini terdapat di rilisan EP tahun 2015 mereka yang bertajuk Florida. Lagu ini menjadi favorit saya akhir-akhir ini karena akhirnya Manges kembali ke akar bubblegum pop punk yang menjadi ciri khas mereka setelah 2 album sebelumnya bermain punk rock kebut ala lagu-lagu Ben Weasel di Riverdales.

1. The Manges – Cartoon Democracy

The Manges adalah band pop punk legendaris dari Italia & bisa disebut household name untuk scene pop punk disana. Lagu ini terdapat di rilisan EP tahun 2015 mereka yang bertajuk Florida. Lagu ini menjadi favorit saya akhir-akhir ini karena akhirnya Manges kembali ke akar bubblegum pop punk yang menjadi ciri khas mereka setelah 2 album sebelumnya bermain punk rock kebut ala lagu-lagu Ben Weasel di Riverdales.

2. Sicko – Escalator

Saat orang-orang membahas Seattle Sound, bukan Nirvana yang akan saya sebutkan, melainkan Sicko. Ya karena Sicko memang berasal dari Seattle jugahehe.Lagu ini keren karena 2 hal : 1. Pilihan sound gitar yang berani untuk sebuah band pop punk 2. Songwritingnya bisa dibilang unik. Pada masa lagu ini dirilis, hampir semua band pop punk memakai formula penulisan lagu yang hampir sama, berusaha menjadi mirip Ramones atau Screeching Weasel. Sicko menjadi berbeda karena berani untuk menulis lagu pop punk yang lebih eksperimental. Jadi kalau kamu ingin pop punk yang agak sedikit memenuhi selera indie rock/garage kamu, silahkan dengarkan Sicko!

2. Sicko – Escalator

Saat orang-orang membahas Seattle Sound, bukan Nirvana yang akan saya sebutkan, melainkan Sicko. Ya karena Sicko memang berasal dari Seattle jugahehe.Lagu ini keren karena 2 hal : 1. Pilihan sound gitar yang berani untuk sebuah band pop punk 2. Songwritingnya bisa dibilang unik. Pada masa lagu ini dirilis, hampir semua band pop punk memakai formula penulisan lagu yang hampir sama, berusaha menjadi mirip Ramones atau Screeching Weasel. Sicko menjadi berbeda karena berani untuk menulis lagu pop punk yang lebih eksperimental. Jadi kalau kamu ingin pop punk yang agak sedikit memenuhi selera indie rock/garage kamu, silahkan dengarkan Sicko!

3. Pelotan – Abracadabra

Jepang memang gudangnya musik catchy! Mulai dari pop 80an sampai punk rock yang bervokal harmonis tumpah ruah di Jepang. Apalagi untuk urusan pop punk, sudah jangan diperdebatkan. Pelotan adalah salah satu band pop punk Jepang favorit saya. Harmonisasi vokal ala Beach Boys yang dieksekusi sangat sempurna di rekaman maupun live plus tambahan vokal perempuan yang kawaii membuat lagu-lagu mereka sangat mudah dinikmati. Lagu ini masih sering saya putar sampai sekarang saat di motor menuju kantor karena harmonisasi “pa pa pa”& vokal milik Makiko bisa agak meredam amarah saya di kemacetan Cibaduyut & Moh. Toha saat pagi hari.

3. Pelotan – Abracadabra

Jepang memang gudangnya musik catchy! Mulai dari pop 80an sampai punk rock yang bervokal harmonis tumpah ruah di Jepang. Apalagi untuk urusan pop punk, sudah jangan diperdebatkan. Pelotan adalah salah satu band pop punk Jepang favorit saya. Harmonisasi vokal ala Beach Boys yang dieksekusi sangat sempurna di rekaman maupun live plus tambahan vokal perempuan yang kawaii membuat lagu-lagu mereka sangat mudah dinikmati. Lagu ini masih sering saya putar sampai sekarang saat di motor menuju kantor karena harmonisasi “pa pa pa”& vokal milik Makiko bisa agak meredam amarah saya di kemacetan Cibaduyut & Moh. Toha saat pagi hari.

4. The Dopamines – Business Papers

Kadang saat saya sebal dengan pekerjaan saya & orang-orang di kantor, saya mendengarkan The Dopamines untuk meluapkan kekesalan saya. Untuk sebuah band pop punk, lagu-lagu The Dopamines bisa disebut terlalu ngamuk & mabuk. Lirik-lirik mereka juga selalu di seputaran kesal oleh pekerjaan, kesal oleh hidup, kesal oleh orang-orang yang ada di sekitar & kesal-kesal yang lainnya. Nah lagu ini yang sering saya putar kalau kesal sama kehidupan di kantor. “I bet you’re probably thinking that someone my age would have all his shit straight. I just want to hide I’m socially fried.” Sangat cocok.

4. The Dopamines – Business Papers

Kadang saat saya sebal dengan pekerjaan saya & orang-orang di kantor, saya mendengarkan The Dopamines untuk meluapkan kekesalan saya. Untuk sebuah band pop punk, lagu-lagu The Dopamines bisa disebut terlalu ngamuk & mabuk. Lirik-lirik mereka juga selalu di seputaran kesal oleh pekerjaan, kesal oleh hidup, kesal oleh orang-orang yang ada di sekitar & kesal-kesal yang lainnya. Nah lagu ini yang sering saya putar kalau kesal sama kehidupan di kantor. “I bet you’re probably thinking that someone my age would have all his shit straight. I just want to hide I’m socially fried.” Sangat cocok.

5. Helen Love – We Love You

Bisa dibilang hanya Helen Love yang mampu menjembatani para penggiat musik pop untuk agak menerima musik punk. Helen Love juga berhasil melakukan apa yang Atom & His Package belum bisa lakukan selama ini, membuat lagu pop punk yang catchy dengan drum machine. Oh iya, kalau kamu sudah mendengarkan Helen Love & menganggap mereka bukan pop punk, arwah Joey Ramone akan menghantuimu setiap malam.

5. Helen Love – We Love You

Bisa dibilang hanya Helen Love yang mampu menjembatani para penggiat musik pop untuk agak menerima musik punk. Helen Love juga berhasil melakukan apa yang Atom & His Package belum bisa lakukan selama ini, membuat lagu pop punk yang catchy dengan drum machine. Oh iya, kalau kamu sudah mendengarkan Helen Love & menganggap mereka bukan pop punk, arwah Joey Ramone akan menghantuimu setiap malam.

6. The Hum Hums – She’s The Only One

Lagi-lagi dari Jepang. Maaf kalau saya mencantumkan lebih dari satu band yang berasal dari sana karena selain memang sedang sering didengarkan, terlalu banyak band pop punk bagus dari Jepang. The Hum Hums menjadi favorit saya karena Maruko (vokalis & gitaris The Hum Hums) bisa menggabungkan unsur powerpop 70an ke penulisan lagunya & menyempurnakannya dengan harmonisasi vokal ala Beach Boys. Saya juga rindu Maruko, ingin segera bertemu lagi dengannya secepatnya.

6. The Hum Hums – She’s The Only One

Lagi-lagi dari Jepang. Maaf kalau saya mencantumkan lebih dari satu band yang berasal dari sana karena selain memang sedang sering didengarkan, terlalu banyak band pop punk bagus dari Jepang. The Hum Hums menjadi favorit saya karena Maruko (vokalis & gitaris The Hum Hums) bisa menggabungkan unsur powerpop 70an ke penulisan lagunya & menyempurnakannya dengan harmonisasi vokal ala Beach Boys. Saya juga rindu Maruko, ingin segera bertemu lagi dengannya secepatnya.

7. The Ergs! – Introducing Morrissey

The Ergs! adalah band yang meyakinkan saya untuk memposisikan mereka sejajar dengan Descendents dalam hidup saya, dalam artian musik mereka sangat inspiratif & juga penulisan lirik yang mampu menembus sisi personal secara sentimental. Hanya Mikey Erg (Drum & vokal The Ergs!) yang mengerti perasaan saya saat patah hati dari jaman SMA sampai kuliah lewat lirik-lirik lagunya yang sangat relatable. Sebenarnya saya benci untuk memilih satu lagi favorit dari The Ergs! karena saya menyukai hampir semua lagu dari katalog mereka. Tapi lagu ini yang sedang saya sering putar ulang akhir-akhir ini. Jadi kalau kebetulan kamu papasan sama saya dan saya tidak sengaja bernyanyi “Life is long when you’re lonely”, percayalah saya bukan fans Morrissey tapi saya menyanyikan part dari lagu ini.

7. The Ergs! – Introducing Morrissey

The Ergs! adalah band yang meyakinkan saya untuk memposisikan mereka sejajar dengan Descendents dalam hidup saya, dalam artian musik mereka sangat inspiratif & juga penulisan lirik yang mampu menembus sisi personal secara sentimental. Hanya Mikey Erg (Drum & vokal The Ergs!) yang mengerti perasaan saya saat patah hati dari jaman SMA sampai kuliah lewat lirik-lirik lagunya yang sangat relatable. Sebenarnya saya benci untuk memilih satu lagi favorit dari The Ergs! karena saya menyukai hampir semua lagu dari katalog mereka. Tapi lagu ini yang sedang saya sering putar ulang akhir-akhir ini. Jadi kalau kebetulan kamu papasan sama saya dan saya tidak sengaja bernyanyi “Life is long when you’re lonely”, percayalah saya bukan fans Morrissey tapi saya menyanyikan part dari lagu ini.

8. The Unlovables – Today’s The Day (I Finally Kissed You

Kalau kamu suka female vocal pop punk, The Unlovables bisa jadi pilihan tepat buat kamu. Musik mereka juga oke banget, pop punk yang agak modern ala MxPx era The Ever Passing Moment dicampur dengan vokal perempuan yang bernyanyi di kisaran nada tinggi agak screechy tapi tetap harmonis. Yang bikin mereka keren, pas waktu lagu ini dirilis, masih ada personil perempuan khusus untuk bagian backing vocal & harmonisasi, jadi kejaga banget vokalnya. Yah lagi-lagi harmonisasi, bagaimana lagi, memang saya suka pop punk yang vokalnya ada harmonisasinya, bukan yang terlalu banyak breakdown& teriak-teriak ala hardcorehehe maaf.Lagu ini ada di album perdana mereka Crush, Heart, Boyfriend. Layak kamu simak!

8. The Unlovables – Today’s The Day (I Finally Kissed You)

Kalau kamu suka female vocal pop punk, The Unlovables bisa jadi pilihan tepat buat kamu. Musik mereka juga oke banget, pop punk yang agak modern ala MxPx era The Ever Passing Moment dicampur dengan vokal perempuan yang bernyanyi di kisaran nada tinggi agak screechy tapi tetap harmonis. Yang bikin mereka keren, pas waktu lagu ini dirilis, masih ada personil perempuan khusus untuk bagian backing vocal & harmonisasi, jadi kejaga banget vokalnya. Yah lagi-lagi harmonisasi, bagaimana lagi, memang saya suka pop punk yang vokalnya ada harmonisasinya, bukan yang terlalu banyak breakdown& teriak-teriak ala hardcorehehe maaf.Lagu ini ada di album perdana mereka Crush, Heart, Boyfriend. Layak kamu simak!

9. F.Y.P – All Grown Up

Kalau kamu mengira cuma Descendents yang bisa menulis lagu tentang toilet humor& tidak ingin menjadi dewasa, kamu salah besar. Kamu harus mendengarkan F.Y.P. Lirik-lirik mereka lebih absurd & konyol dibanding lirik hasil tulisan Bill Stevenson. Tapi F.Y.P memang agak sulit diterima untuk beberapa telinga, bahkan di scene pop punk/punk rock sendiri. Karena banyak rilisan mereka hampir semuanya direkam secara kasar di ruang bawah tanah vokalisnya. Mungkin cocok untuk telinga penyuka raw punk rock ala Teengenerate atau Guitarwolf. Tapi untuk perkenalan, silahkan dengarkan album mereka yang Toilet Bread Kids & Toys That Kill. Sound hasil rekamannya sudah lebih bagus di dua album itu & liriknya tetap konyol& penuh humor.

9. F.Y.P – All Grown Up

Kalau kamu mengira cuma Descendents yang bisa menulis lagu tentang toilet humor& tidak ingin menjadi dewasa, kamu salah besar. Kamu harus mendengarkan F.Y.P. Lirik-lirik mereka lebih absurd & konyol dibanding lirik hasil tulisan Bill Stevenson. Tapi F.Y.P memang agak sulit diterima untuk beberapa telinga, bahkan di scene pop punk/punk rock sendiri. Karena banyak rilisan mereka hampir semuanya direkam secara kasar di ruang bawah tanah vokalisnya. Mungkin cocok untuk telinga penyuka raw punk rock ala Teengenerate atau Guitarwolf. Tapi untuk perkenalan, silahkan dengarkan album mereka yang Toilet Bread Kids & Toys That Kill. Sound hasil rekamannya sudah lebih bagus di dua album itu & liriknya tetap konyol& penuh humor.

10. Kurt Baker – Don’t Steal My Heart Away

Sebenarnya lagu ini lebih condong ke powerpop dibanding ke pop punk, tapi karena Kurt Baker yang menulis & membawakannya, unsur punknya masih tetap terasa. Kurt Baker adalah vokalis dari band pop punk The Leftovers asal Oakland, US. Satu hal yang saya suka dari Kurt Baker adalah dia bisa mengambil beberapa bagian dari lagu-lagu pop lama dan memasukannya ke lagu-lagunya sehingga lagu-lagu milik dia selalu terasa familiar saat didengarkan. Keren.

10. Kurt Baker – Don’t Steal My Heart Away

Sebenarnya lagu ini lebih condong ke powerpop dibanding ke pop punk, tapi karena Kurt Baker yang menulis & membawakannya, unsur punknya masih tetap terasa. Kurt Baker adalah vokalis dari band pop punk The Leftovers asal Oakland, US. Satu hal yang saya suka dari Kurt Baker adalah dia bisa mengambil beberapa bagian dari lagu-lagu pop lama dan memasukannya ke lagu-lagunya sehingga lagu-lagu milik dia selalu terasa familiar saat didengarkan. Keren.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Microgram Entertainment

Author Microgram Entertainment

More posts by Microgram Entertainment

Leave a Reply