Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Ada beberapa hal yang bisa bikin saya nangis: opening scene film UP, kakek-kakek jualan kue semprong, dan live music. Lebih dari mendengarkan lagu menggunakan earphone di kereta, menyaksikan para musikus bermain secara langsung punya efeknya tersendiri bagi saya. Belum lagi faktor interaksi si vokalis atau keakraban crowd ketika menyanyikan hit single si band.

Eh, tapi bukan cuma nangis kok. Waktu sedang nongkrongin panggung atau duduk-duduk pegel, ada hal lain yang jadi hobi baru saya saat nonton festival: people watching. Harus saya akui, kegiatan yang agak creepy ini ternyata seru, lho. Setelah beberapa kali ke acara musik, mau itu konser, showcase, atau festival, tak jarang seorang diri, mau tak mau jadi memerhatikan orang yang papasan sama saya. Dan people watching yang akan saya lakukan waktu lagi nunggu PAS Band dan Mocca main di Preanger Fest tanggal 13-14 Oktober 2018 nanti. Berikut beberapa kategori yang telah saya buat dalam kepala.

The Explorer

Bukan Dora. Bukan Indiana Jones juga. Bagi para explorers, festival merupakan tempat yang sempurna untuk berkenalan dan discover band-band yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Saya sendiri pernah menjadi seorang explorer. Datang ke acara sejak open gate, saya menjelajahi venue dari ujung ke ujung, tidak berpatokan pada rundown. Ada bunyi gonjrengan syahdu, langsung saya hampiri. Lalu gonjrengan lain terdengar dari panggung tetangga, telinga saya langsung naik dengan sigap.

Jujur, ada banyak nama band yang asing bagi saya di lineup Preanger. Dan saya nggak sabar mendengar mereka satu-satu agar library musik bisa kembali di-update. Semoga juga ada yang discover musik saya nanti pas manggung hari Minggu, hihi.

The Fun Bunch

Minimal beranggotakan tiga. Setidaknya, ada satu item pakaian yang warnanya senada. Kelompok ini datang ke acara festival untuk mengincar satu atau dua band favorit yang mutual. Saya paling senang melihat mereka ini. Kerjaannya ketawa doang, biasanya sampai posisi rukuk atau jongkok. Terus berhenti di tengah jalan untuk ambil selfie, walaupun nggak jarang juga minta bantuan fellow festival-goer untuk mengabadikan momen mereka. Tapi favorit saya, ketika joget mereka kompaaaak banget, bak kerumunan ilalang yang sedang tertiup angin.

The Cool Dancer

Entah karena cool atau malu, tapi gerakan orang yang satu ini sepoi-sepoi gitu, nggak peduli band di atas panggung adalah Koil atau Mustache & Beard. Biasanya, mereka menghindari daerah padat dan lebih memilih berada di belakang crowd, ngayun sambil memegang minuman di satu tangan. Ditambah kacamata hitam dan sedikit anggukan kepala juga boleh.

The Lyric Genius

Drummer saya, Mister M. Fernanda Gunsan Putra, masuk ke kategori ini. Baru dua kali saya nonton konser bareng dia, namun dalam tiap kesempatan, ia memastikan bahwa saya (dan orang lain) tahu bahwa ia hafal semua lagu, lirik, ketukan, sampai “hammm” dan “huuuu” dari musisi yang sedang tampil. Tapi nggak apa-apa kok, saya pun juga masuk dalam kategori ini. Apalagi kalau orang sebelah juga se-heboh saya, ya itu, bikin mau nangis. Serasa menemukan bestie baru. Tapi kalau Nanda yang di sebelah saya, pengen saya injek aja kakinya.

The Lovebirds

Tidak perlu banyak penjelasan. Pasangan romantis, nontonin Tigapagi sambil berpegangan tangan, rangkulan, dan senderan. Cuek menerima tatapan tajam dari orang-orang sirik selewat. Aaawww….

The Videographer

Orang-orang yang masuk kategori ini mendadak jadi videographer kalau lagi nonton konser. Teman dekat saya, Justina, adalah salah satunya. Terus kalau saya lagi main ke kos atau rumahnya, seringkali dia tiduran sambil nontonin footage yang berhasil ia tangkap dengan penuh kebanggaan.

Kalau saya sendiri, selain insta-story 15 detik, sebenarnya jarang merekam acara pertunjukan musik. Pertama, karena tidak seperti Justina, saya yakin 100% bahwa hasil rekaman tersebut tidak akan melihat kehidupan di luar gallery album telepon genggam saya.
Kedua, karena saya nggak bisa fokus antara layar dan panggung. Jadi saya takjub tuh lihat orang-orang yang bisa pegang HP dengan satu tangan, tatapannya lurus ke depan, lalu masih komat-kamit lirik dengan semangat. Tapi jadi seorang people watcher, kadang saya nge-gep-in layar hand phone orang yang sudah nggak jelas arahnya ke mana, kadang ke langit-langit, kadang ke spanduk kiri-kanan, kadang ke kepala orang di depannya. Lucu saya lihatnya.

Saya yakin ini hanya segelintir dari ragamnya orang-orang yang bisa ditemui di acara musik. Saya yakin juga, kalian bisa jadi people watcher yang jauh lebih jeli dari saya. Harapan saya adalah, baik secara sadar maupun tidak sadar, kalian akhirnya ikut tertular people watching ketika nanti datang ke Preanger Fest dan mau perpanjang daftar ini bersama. Yuk main dan nangis bareng. Sampai bertemuuu!

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Microgram Entertainment

Author Microgram Entertainment

More posts by Microgram Entertainment

Leave a Reply